May 18, 2016

Sekilas Kisah Menjadi Pecinta Milan

Maldini & Pirlo

“… Maldini dan Pirlo adalah satu alasan mengapa saya terlampau menyukai merah hitam”
 

Saya adalah penggila bola, olahraga terpopuler sejagat itu. Tak hanya sebatas suka saja tapi biasa juga memainkannya. Entah itu bermain bola yang berjumlah sebelas orang atau juga futsal, keduanya saya mencintainya. Sungguh amat menyenanginya. Yang pasti saya pernah mengikuti beberapa tournament futsal juga melakoni pertandingan sepakbola antarkampung yang terkesan dengan permainan spartannya. Setidaknya saya pernah melawan orang bajo yang terkenal dengan fisiknya yang kokoh serupa batu karang. 

Bicara sepakbola, saya merupakan penggemar klub tersukses dunia yakni Ac Milan. Fans Milan biasa disebut dengan nama Milanisti, maka saya juga tergabung didalamnya. Suatu waktu saya akan berada di San Siro untuk menyaksikan secara langsung pemain-pemain Milan beraksi. Ya! Semoga saja.

Entah bagaimana asal muasal kekaguman saya terhadap klub merah hitam asal Italy ini. Awal-awalnya berjalan normal saja namun seiring waktu kemudian menjadi penggilanya. Saat itu liga calcio itali adalah liga terpopuler di eropa. Saya biasa menyaksikan para bintang-bintang top dunia beraksi. Nah, disitu saya terkagum-kagum kepada Ac Milan. Setidaknya ada dua orang pemain yang menjadikan saya menyukai klub bola asal kota mode itu. Saya selalu terkesan dengan seorang Paolo Maldini yang kharismatik dan penuh wibawa. Ada juga seorang Cafu, Seedof, Nesta, Shevenko, Inzagi, Gattuso serta yang lainnya. Mereka adalah generasi emas Milan. Dipundak merekalah klub ini begitu perkasa. 

Seorang Sir Alex Ferguson pernah ingin memboyong seorang Maldini ke markas MU sebab ia tahu kepemimpinan legenda hidup Milan itu. Sayangnya pemilik nomor keramat angka 3 tersebut hanya tumbuh dan bermain untuk Iroseneri semata, bukan untuk yang lain. Baik kawan maupun lawan sangat menaruh kagum dan hormat kepada maldini. Sebut saja seorang Charles Puyol, mantan kapten sekaligus legenda hidup Barcelona itu amat mengagumi sosok Maldini sebagai bek tangguh dan terbaik dunia sepanjang masa. Bahkan Puyol memendam keinginan untuk melampaui rekor bermain sang idolanya tersebut. Sayangnya puyol keburu pensiun karena sering mengalami cedera.  

Ada satu orang lagi yang tak mungkin tak disebut. Orang ini begitu berpengaruh hingga membuat saya menyukai ac Milan. Dia adalah Andrea Pirlo yang mengaliri nadi ini. Pirlo sukses bersama Milan, sederet pencapaian pernah direngkuhnya. Ia adalah dirjen dan pengatur ritme permainan Milan. Dikakinyalah sikulit bundar diolah lalu dengan mudah dikonversi menjadi goal oleh para penyerang Milan. Jujur saya selalu terkesima dengan permainannya. Pirlo selalu menyajikan seni bermain yang berkelas, umpan-umpannya selalu akurat nan sempurna. Saya begitu kagum pada orang ini, dia merupakan maestro lapangan hijau. Saya punya mimpi bisa bertemu pemilik nomor punggung 21 tersebut. 

Walau belakangan terakhir ini prestasi Milan begitu menurun dan sedang diuji, namun kecintaan saya terhadapnya tidak pernah berkurang seinchipun. Saya percaya bahwa ada masa ketika berada diatas pun ada masa harus berada dibawah. Seperti bola yang selalu berputar. Saya ingin realistis melihat prestasi Milan hari ini. Tapi juga saya terlampau  meyakni terhadap perjuangan dan semangat anak-anak Milan bahwa akan ada waktu untuk berjaya kembali. Dan itu hanya butuh waktu saja sebab sejarah mencatat Milan adalah klub tradisi juara. Semua orang tahu hal itu. Forza Milan*) 

- sedang belajar menulis dan memposting tulisan lewat smartphone
 
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

TERPOPULER BULAN INI