February 11, 2018

Merayakan se-Tahun Mengunjungi Kampoeng Inggris. Sebuah Refleksi!

Seusai Jumatan di Annur Mosque berpose di depan Peace Course
...belajar tak mengenal usia. belajar bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. so dont be shy!

Perkenankan saya membuka kembali catatan yang tersimpan dalam daypack Deuther milik saya. Mencoba mengisahkan jejak sepatu gunung saya disini dalam shaf-shaf tegak lurus agar abadi dan terkenang. Mengapa saya menyebut sepatu gunung (baca : sepatu lapangan) karena ia adalah teman setia ketika hendak kemana-mana. Saya tak ingin apa yang terekam di sel-sel otak saya terhapus begitu saja serupa senja yang selalu buru-buru pergi. Sebab kenangan tentang kampoeng inggris adalah unik dan cerita yang tak pernah berakhir. Oh, iya ini adalah setahun lalu saya mengembara ke barat indonesia. Sendiri tentu saja, itu lebih nikmat! Jadi berjalan jauhlah jika kau masih lajang dan nikmatilah setiap persinggahanmu.


February 03, 2018

CANDU Lain Yang Bernama DIVING

dok. pribadi/Hondue beach site

Kopi & naik gunung adalah candu, selebihnya bernama diving.

Apa yang menyenangkan dari aktifitas menyelam yakni ketika orang yang ditemani berkata trimakasih ya mas ini adalah trip yang luar biasa lalu ekspresi dari wajahnya terlihat amat senang. Siapa yang tak terkesima ketika menyelam menjumpai banyak pemandangan yang luar biasa dan langka. Siapa yang tak akan merasa senang jika hal itu diluar ekspektasi. Maka segala ekspresi berlebihan tersebut barangkali adalah wajar adanya, bukan!

July 24, 2017

Tomia & Surga Diving di Wakatobi

“Menyelamlah untuk mengetahui berkat yang langit berikan kepada kita anak pulau tentang keindahan wakatobi yang sesungguhnya”


Spot Ali Reef / Dok. Pribad
Di kelas-kelas kursus di kampoeng inggris, kediri yang saya ikuti berapa bulan lalu dan pada setiap kali introduce saya selalu menyampaikan bahwa asal saya adalah dari wakatobi especially dari pulau tomia. Sebuah pulau yang amat begitu kecil jika diperhatikan secara seksama di peta. Memang jika menyebut nama tomia jarang ada yang tahu. Saya mesti menyebut dan menjelaskan nama wakatobi barulah ada yang mengenalnya. “Amazing, beautiful, someday i will visit to your hometown in wakatobi” begitu kata mereka. “alright, I wanna hold on you”, jawab saya.

July 21, 2017

Sebuah Catatan Kecil Tentang Pare, Kampoeng Inggris


dok. pribadi

Menyambangi Pare adalah rencana yang tak terduga dan tak pernah terpikirkan oleh saya. Kalaupun ada keinginan untuk menjejakkan kaki ini di tanah Jawa yakni hanya ingin menziarahi tempat dimana Sok Hok Gie menghembuskan nafas terakhirnya di Maha Meru atau tepatnya gunung Semeru. Iya itu bertahun lalu saat darah petualangan saya amat kuat mengaliri nadi dengan gemar menyelami keheningan di gunung dan belantara. Sayangnya keinginan itu tak pernah berjodoh dengan saya. Penguasa langit belum mengizinkan hingga hari ini. Oh,~tak apa setidaknya harapan-harapan itu saya sering tiupkan ke atas mega-mega sana.

TERPOPULER BULAN INI