February 23, 2015

Ingin Membuat Komunitas Blogger Anak Pulau


INTERNET, hari ini amat memegang peranan penting dalam penyampaian informasi kepada khalayak ramai. Hampir setiap hari semua orang mengakses dan membutuhkannya. Terkadang bagi seseorang tak membuka internet sehari saja serasa ada yang kurang dalam hidupnya entah itu sekedar untuk mengupdate berita di jejaring media sosial semisal facebook, twitter, blog atau sekedar membaca info terbaru pada berbagai situs media online.

Internet tak lagi menjadi barang mahal dan konsumsi masyarakat perkotaan saja, namun sekarang telah menjangkau berbagai pelosok daerah. Kabar baiknya ruang maya tersebut kini bukanlah menjadi sesuatu yang asing di kampung halaman saya yakni Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi. Hari ini siapa saja bisa mengaksesnya walaupun masih dalam kecepatan yang terbatas.

Ilustrasi/Google

Jika menilik manfaat dan perkembangan internet yang bergerak begitu cepatnya ada banyak sisi positif yang mesti diambil. Dewasa ini, masyarakat pengguna internet aktif di Kepulauan Tukang Besi (sebutan lain wakatobi) terbilang signifikan. Perihal tersebut bisa dilihat pengguna jejaring sosial serta dari grup-grup yang dibuat di media sosial facebook sebagai tempat bertukar informasi dan  diskusi online tentang segala hal akan wakatobi. Banyak dari mereka yang tersebar berdomisili di luar pulau menyatakan dahaga kerinduan pada perkembangan kampung halamannya.

Namun dari sekian banyak pengguna internet ini tak banyak yang memilih jalan menjadi seorang blogger  (netizen-pewarta warga). Saya juga ingin mengatakan masih sangat kurangnya penulis-penulis wakatobi khususnya asal Tomia yang bisa berbicara lewat tulisan akan daerahnya. Entah itu ulasan tentang sudut kehidupan masyarakatnya, keindahan alam bawah lautnya, kearifan lokal, budaya, kuliner atau hal lainnya. Di dunia maya bernama internet segala hal yang berbau wakatobi banyak ditulis oleh para traveller yang menyambangi wilayah ini, mereka takjub akan bingkai alamnya sebagai salah satu lokasi wisata surga nyata bawah laut terkemuka di Indonesia. Wakatobi sebagai kabupaten baru dan sedang berkembang sudah selayaknya harus mengetahui lebih banyak lagi kondisi daerahnya sendiri dibanding masyarakat luar.

Saya sendiri menyalurkan catatan-catatan harian melalui  blog pribadi ini. Lewat media tersebut saya tetap memupuk keinginan untuk selalu menulis akan apa saja yang menarik dan gampang dikisahkan. Namun, saya juga bergabung pada komunitas jurnalis warga terbesar di indonesia yakni kompasiana sejak november 2011 lalu. Walau tak seproduktif kompasianer (sebutan blogger kompasiana) lainnya, itu bukanlah menjadi sesuatu yang melemahkan atau menjadikan minder namun dari merekalah saya menyerap inspirasi dan menjadikannya sebagai tempat untuk belajar lebih baik lagi cara menulis. Alhasil, berkah menulis pada blog keroyokan tersebut adalah pernah menjuarai kompetisi menulis seputar wisata atau catatan perjalanan. Itu adalah begian kecil dari apresiasi dalam menulis namun sangat menyenangkan.

Nah, rupanya berawal dari sini beberapa teman mahasiswa Tomia-Wakatobi yang ada di Makassar termotivasi sehingga meminta untuk dibuatkan blog serta memandunya dalam beraktivitas blogging. Berkat lainnya dari menjuarai lomba menulis yaitu ketika mudik setahun lalu ada teman-teman mengenal saya sebagai blogger. Dan saat itu mereka sempat berbincang banyak dengan saya tentang dunia blog. Dari kesimpulannya mereka meminta saya agar bersama-sama menjadikan atau memasyarakatkan blog sebagai hal positif di Kabupaten Wakatobi. Tentu ini dukungan moril untuk bisa menyebarkan virus ngeblog lebih jauh lagi, khususnya dikampung halaman sendiri.

Menyikapi antusiasme seputar dunia blog dikalangan masyarakat Wakatobi, saya bersama beberapa teman lainnya memiliki keinginan dan harapan untuk membuat suatu wadah komunitas blogger Wakatobi. Impian tersebut berupa bentuk website atau blog yang bisa menampung aspirasi dan minat menulis para  pengguna internet seluruh warga wakatobi. Mengenai bentuk desain, nama serta hal teknis lainnya sedang menjadi pertimbangan dan bahan renungan kami. Semoga akan menjadi sesuatu yang terkabul.

Lewat komunitas ini diharapkan akan menumbuhkan serta melahirkan penulis yang bisa berbicara banyak tentang wakatobi sendiri. Saya percaya masih banyak hal yang tak banyak diketahui oleh generasi wakatobi hari ini entah itu sejarah wakatobi, dogeng-dogeng masa kecil dahulu, permainan tradisional, adat-istiadat serta masih banyak hal umum lainnya yang kesemua itu mestinya dibagikan. Melalui komunitas blogger yang ingin saya buat tersebut harus bisa menjangkau setiap lapisan masyarakat baik pelajar, mahasiswa wakatobi dimanapun, pegawai pemerintahan, para pendidik atau lainnya. Wadah ini akan menjadi sarana berekspresi dan berkarya lewat ide-ide menulis yang konstruktif. Disini setiap orang bisa menularkan nilai-nilai edukasi atau inspirasi kehidupan kepada yang lainnya.

Tulisan-tulisan pada Komunitas blogger ini diharapkan menjadi perpustakaan online tentang segala informasi mengenai wakatobi secara menyeluruh. Konten yang tersaji pun bisa tentang isu-isu mutakhir di Indosesia atau wakatobi khususnya. Siapa pun anak pulau tukang besi bisa bergabung dan membuat akun lalu menuangkan pemikirannya entah itu sastra, perjalanan, budaya, pariwisata dan sebagainya yang menurut baginya mudah. Saya meyakini keberadaan komunitas blogger ini akan mengenalkan wakatobi lebih jauh lagi sebab tulisan adalah cara untuk menyapa orang lain dimanapun berada.
                                                                        
                                                                         ***
Namun hal yang menjadi kerinduan terbesar saya pribadi adalah komunitas blogger wakatobi tersebut bisa menjadi perekat simpul kerukunan dan media  silaturahim anak-anak pulau wakatobi di seluruh seantro wilayah Indonesia.  Itulah bentuk angan-angan saya akan pemanfaatan internet yang positif. Semoga menjadi wadah interaksi yang baik dalam dunia maya sehingga kelak bisa membangun Kabupaten Wakatobi ke arah kemajuan utamanya generasi mudanya untuk lebih berkreasi lagi dalam dunia tulis-menulis. Semoga.

*)Disadur dari tulisan saya pribadi di kompasiana. Berapa bagian mengalami editing namun tak mengurangi esensinya.

6 comments:

  1. Ide yang harus segera di wujudkan dan ke depannya bisa dikembangkan menjadi sarana belajar anak-anak pulau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, semoga bisa terealisasi...

      Delete
  2. buset...
    trenyuh bacanya mas...
    hebat euy :)

    jadi penasaran pengen ikutan ke wakatobi

    apalagi sama yang ini: "Siapa pun anak pulau tukang besi bisa bergabung dan membuat akun lalu menuangkan pemikirannya entah itu sastra, perjalanan, budaya, pariwisata dan sebagainya yang menurut baginya mudah."

    ReplyDelete
    Replies
    1. trimakasih mas choirul atas kunjungan baliknya...

      ayo mas skali-kali jg sambangi wakatobi.. hehe

      Delete
  3. Replies
    1. amiinn...
      trimaksih mbak vanisa sdh berkunjung balik..

      Delete

TERPOPULER BULAN INI