January 29, 2015

Ketika Pencuri Mengintai Tempat Kostan

Ilustrasi/Google

Tinggal di kota besar layaknya rimba-rimba beton metropolitan makassar berarti berani menjalani dan merajut hari-hari dengan segala keunggulan atau kemudahannya namun sebaliknya ada konsekuensi yang membayanginya. Kota bagi sebagian orang yang berasal dari daerah adalah surga mengabulkan harapan sebagai tempat yang harus mereka kunjungi bersamaan dengan impian yang dibawanya. Di kota juga segalanya terasa serba instant, mau ini dan itu biasanya ada. Tetapi hanya di kotalah tempatnya mengakses informasi yang bergerak begitu cepatnya melampaui apa yang terjadi di kampung atau pelosok daerah sana.

Kehidupan pada daerah perkotaan amatlah keras. Permasalahan juga demikianlah kompleks. Maka tak mengherankan jika tingkat kriminalitas terbilang tinggi apapun itu modusnya. Pada titik ini saya hanya ingin mengatakan bahwa kawasan kampus atau daerah kost-kostan mahasiswa serupa lahan basah manakala menjadi sasaran empuk aksi kriminal tersebut misalkan saja pencurian atau penjambretan, hipnotis dan sebagainya.

***
Dua hari yang lalu seorang teman mengabarkan ia telah kehilangan komputer jinjing miliknya. Posesnya hanya berlangsung singkat, dimana ia hanya sesaat masuk ke kamar mandi yang berada tepat di luar kamar kostannya namun saat kembali dan membuka pintu kamarnya maka barang paling berharga bagi mahasiswa tersebut telah raib entah kemana. Kejadian serupa telah dua kali menimpa teman tersebut yang lagi-lagi kecurian dikamar kostannya. Duh,.

Tiga hari sebelum itu, nasib buruk juga dialami oleh seorang teman. Dia seorang wanita dan tinggal atau ngekost di samping kampus tempatnya ia kuliah. Dari informasi yang saya himpun, malam itu bersama seorang temannya yang juga wanita sedaerah dengannya. mendadak saja seseorang menghampiri mereka lalu dengan sigap menodongkan parang keleher teman tadi. Lelaki tersebut menghardik jika tak menyerahkan semua barang berharaga milik korban maka akan mengambil paksa atau menebas lehernya. Sontak saja teman tadi akan panik penuh ketakutan dan berpikir akan keselamatannya lalu memilih menyerahkan semua barang berharganya. Alhasil, gadget, telepon genggam dan dompet miliknya raib dibawa sang penjambret yang beruntung hari itu. Kejadian yang berlangsung di daerah Pampang-Makassar tempat seorang teman ngekost tadi, juga pernah di alami oleh beberapa teman lainnya bahkan modusnya di hipnotis.

Dalam kisaran waktu dua-tiga minggu terakhir ini, kehilangan-kehilangan juga di alami oleh beberapa teman. Lokasinya sama yakni tempat kost-kostan. Para pencurinya tak segan-segan membobol/mencungkil paksa pintu kamar kostan. Lalu akan dengan mudahnya mengambil barang berharga pemilik kostan yakni komputer jinjing (laptop) yang bahkan data penting semacam file-file tugas akhir seorang teman dalam komputer jinjing tersebut. Bahkan seorang tetangga di daerah tempat saya kostan pernah kehilangan sepeda motornya pada saat siang hari para pencuri ini beraksi. 

Puncaknya kemarin siang, dua orang yang bertopeng pemulung berani memasuki tempat kostan yang saya tempati. Aksi dua orang tersebut terbilang nekat dengan melalui pintu samping dan langsung menuju kamar belakang yang berada di lantai satu. Saat itu suasana memang sunyi dan hening dengan pintu pagar kostan dibiarkan terbuka. Keberadaan dua orang ini tercium setelah tetangga depan kostan memberi kode bahwa dua orang memasuki area kostan. Tak menunggu lama sebab saya dan beberapa anak kostan langsung mendapati mereka telah mengacak-acak rak-rak sepatu tiap kamar. Beberapa sepatu futsal, sepatu gunung, sepatu kuliah nyaris raib juga seperti sebelum-sebelumnya helm, sandal, laptop juga hilang di kostan ini. Jadi sangat wajar jika kedua orang ini diberikan beberapa tindakan semacam bentuk menasehatinya untuk tidak memulung di dalam kostan sebab tongsampah adalah berada diluar pagar yang bebas dia angkut.

 ***
Musibah berupa kehilangan barang-barang berharga selalu menyisakan cerita yang tak mengenakkan memang. Para maling itu tak pernah memikirkan nasib orang lain tentunya. Menyikapi hal ini barangkali kita harus lebih waspada lagi atau menginstropeksi diri lebih jauh. Juga jangan sampai terbawa pada suasana seseorang menjadi paranoid ataupun phobia yang berlebihan. Namun kehilangan akan mengajarkan kita bahwa barangkali barang tersebut sedang menjalani takdirnya berpindah tangan ke orang lain walaupun lewat cara-cara yang sebenarnya tidak dikehendaki. Maka berbesar hatilah dan lebih sigap. 

Nah, bagaimana dengan anda, pernahkah mengalami kehilangan? Jika itu ditujukan kepada saya maka jawabannya YA pernah seperti cerita dibawah ini :





- Menanti pelangi di penghujung januari 2015

2 comments:

  1. barang-barang yang hilang itu lagi dipinjam, sayangnya yang minjan ngak ijin2 dulu. Mungkin biar sedekah yang tidak diketahui oleh tangan kanan maupun tangan kiri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat... dan belajar ikhlas lagi...

      Delete

TERPOPULER BULAN INI