July 26, 2012

Karena Setiap Perjalanan Menarik Untuk Dikisahkan

Cerita dibalik Pemenang II lomba Menulis Catatan Perjalanan Wisata di Kompasiana

Hari ini, ada sesuatu hal yang membuat saya tersenyum sembringah. Betapa tidak, tulisan saya berhasil keluar sebagai pemenang II dalam lomba menulis blog dengan tema perjalanan/wisata yang diadakan oleh Kompasiana-Opera Travel Blog Competition. Kompasiana adalah media warga terbesar di Indonesia. Sayapun berhak atas hadiah berupa Samsung Galaxy Tab. 7.0.

Tulisan yang saya angkat adalah berdasarkan pengalaman pribadiku pada akhir tahun 2011 lalu. Catatan daypack yang kembali saya kisahkan yaitu tentang perayaan ritual berlebaran haji di puncak Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan. Ini adalah pengalaman yang unik, langka, seru dan menarik serta hanya bisa kita jumpai di Sulawesi Selatan tentunya.

Bersama sar unhas tercinta setiap tahunnya dan dengan gagah berpakaian orange. Saya selalu memilih berlebaran haji di puncak gunung bawakaraeng ataupun lompobattang dibanding orang lain memilih keramaian kota. Kedua gunung tersebut selalu ramai dikunjungi beberapa bahkan puluhan warga yang akan melakukan ritual, shalat idul adha dipucak gunungnya. Seperti halnya tahun 2011 kemarin, sungguh ini yang paling menarik dan unik karena bisa menyaksikan secara langsung dengan kondisi cuaca yang berkabut, semacam berlebaran ditas awan.

Namun pada pendakianku beberapa tahun sebelum-sebelumnya, saya dan beberapa teman hampir saja menjadi korban ekstrimnya gunung lompobattang, nyaris terhempas badai dan tidak bisa menembus hingga sampai di puncaknya terlebih mencapai ko’bange, lokasi segelintir warga biasa melakukan ritual digunung ini. Saat itu sepanjang perjalanan mendaki dan kembali ke basecamp terguyur hujan sangat  deras tentu saja mempengaruhi kondisi tubuh yang menggigil.

Ulasan saya tentang gunung bawakaraeng dan keunikannya inilah yang membuat panitia/juri lomba tersebut memilihnya sebagai pemenang II. Saya sedikit berbangga betapa tidak ritual haji ini berhasil mengalahkan tulisan-tulisan beberapa peserta kawakan dengan artikelnya tidak kalah menarik tentang keindahan gunung rinjani, semeru, kerinci dan beberapa cerita perjalanan tempat destinasi yang terkenal di Indonesia lainnya.

Saya meyakini setiap jiwa yang menyukai petualangan akan merindui dan ingin merasakan berlebaran dipuncak gunung dengan kondisi alam yang masih alami seperti di gunung bawakaraeng ini. Namun akan ada beberapa orang yang menyebutnya berlebaran ditempat yang tidak lazim. Ini tentang kebiasaan warga yang menarik untuk kita lihat dan saya pribadi tidak berani mengatakan itu salah.

Setidaknya ini semakin menambah kecintaanku terhadap Bawakaraeng…
Karena saya tidak pernah mengatakan jenuh dan bosan mendakinya secara berulang-ulang…
Dan tidak ada kata “Jauh” buat saya hingga memenjara kita tidak bisa kemana-mana…
Karena setiap perjalanan selalu menarik untuk dikisahkan. Jadi mari kita menulis dan mengabarkannya.

Ramadhan hari ke-6
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

TERPOPULER BULAN INI